Investivy – Sabtu, 7 November 2026. Harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan setelah bergerak di sekitar US$76.000 pada perdagangan Jumat. Pelemahan ini terjadi ketika investor global mulai mengurangi kepemilikan aset berisiko akibat tekanan pasar saham teknologi Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi.
Kondisi tersebut membuat Bitcoin kesulitan mempertahankan pemulihan yang sempat terjadi pada awal November. Sejumlah altcoin turut mengalami koreksi, sementara pelaku pasar semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Dana ETF Bitcoin Keluar Lebih dari US$430 Juta
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah meningkatnya penarikan dana dari produk ETF Bitcoin spot Amerika Serikat.
Pada perdagangan Kamis, 5 November 2026, produk ETF Bitcoin mencatat arus keluar bersih sekitar US$430,2 juta. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sebagian investor institusional memilih mengurangi eksposur terhadap aset kripto.
Beberapa perkembangan yang memengaruhi sentimen pasar meliputi:
- Arus keluar ETF Bitcoin yang meningkatkan kekhawatiran terhadap permintaan institusional.
- Pelemahan saham teknologi AS yang turut menekan aset berisiko.
- Likuidasi posisi perdagangan berleverage yang memperbesar volatilitas.
- Ketidakpastian regulasi kripto setelah pemilu sela Amerika Serikat.
Bitcoin Menghadapi Tekanan Ekonomi Global
Pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi pasar kerja cukup kuat membuat investor mempertimbangkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Ketika ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat, aset seperti Bitcoin cenderung menghadapi tantangan karena investor lebih selektif dalam menempatkan modal.
Level Harga Bitcoin yang Perlu Diperhatikan
Dalam jangka pendek, terdapat tiga area harga yang menjadi perhatian:
- US$75.000: Area psikologis yang berpotensi menjadi support.
- US$76.000: Area konsolidasi setelah tekanan jual terbaru.
- US$80.000: Resistance psikologis yang perlu ditembus untuk memperkuat pemulihan.
Penembusan salah satu area tersebut dapat memengaruhi arah pergerakan Bitcoin, terutama apabila disertai perubahan volume transaksi.
Berita Terkini : Bitcoin Kembali ke US$78.000, Pasar Kripto Masih Waspada
Kesimpulan
Bitcoin yang masih bergerak di sekitar US$76.000 menunjukkan pasar kripto belum sepenuhnya pulih dari tekanan sebelumnya. Arus keluar ETF, kondisi ekonomi Amerika Serikat, dan pelemahan saham teknologi menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen investor.
Meski peluang pemulihan tetap terbuka, pergerakan BTC dalam beberapa hari mendatang diperkirakan masih rentan terhadap volatilitas. Investor perlu memperhatikan perkembangan pasar global sebelum mengambil keputusan.

